Bir
Jawa konon diciptakan untuk menyaingi sensasi bir beralkohol, yang biasa
diminum para penjajah Belanda. Namun lebih dari itu, di balik rasanya yang
nikmat, bir Jawa juga mengandung banyak manfaat untuk kesehatan.
Segar dan
hangat, itulah sensasi yang akan kita rasakan saat mencicipi minuman yang satu
ini. Bir Jawa, demikian minuman ini biasa disebut. Hal itu karena sepintas minuman ini memang tampak seperti bir. Namun berbeda
dengan bir yang lain, bir yang satu ini dijamin seribu persen halal. Sebab
tidak ada sedikitpun kandungan alcohol di dalamnya,
Ya, bir Jawa
memang tidak dibuat dengan proses fermentasi seperti umumnya minuman bir yang
lain. Sehingga aroma menyengat yang umum ditemui pada berbagai jenis minuman
beralkohol, tidak akan ditemui pada minuman ini. Namun demikian, untuk soal
sensasi, bir Jawa tidak kalah dengan bir atau minuman beralkohol yang lain,
yaitu sama-sama menciptakan rasa hangat di sekujur tubuh.
Hal ini tak
lepas dari bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan minuman ini. Yaitu jahe,
serai, cengkeh, pala serta kayu secang. Tak lupa untuk menambah rasa
dicampurkan pula kayu manis dan daun jeruk purut. Hampir semua bahan itu memang
dikenal bisa memunculkan efek hangat bila dikonsumsi. Karena itu tak heran
kalau kemudian minuman yang terciptapun, mampu memberikan sensasi hangat bagi
yang meminumnya.
Dengan
campuran beberapa potong es batu, kita akan merasakan sensasi yang luar biasa
saat mencicipi minuman ini. Manis, pedas dan terkadang ada sedikit rasa asam,
adalah rasa yang muncul saat minuman ini melewati rongga mulut kita. Dan dengan
aromanya yang harum dan khas, akan membuat siapapun ketagihan untuk selalu
mencoba dan terus mencoba, seperti saat orang ketagihan minum bir. Namun
demikian, jangan khawatir akan jadi mabuk. Sebab bir ini tidak akan pernah
memabukkan siapapun yang meminumnya, asalkan dalam jumlah yang wajar.
Sebatang serai
yang masih segar serta potongan jeruk nipis menjadi garnish yang menarik dalam
penyajian bir Jawa. Pemberian garnish ini sendiri bukannya tanpa alasan. Batang
serai segar yang juga bisa digunakan untuk mengaduk, jelas akan memberikan
aroma tersendiri pada minuman ini.
Melegenda
Bir Jawa
sendiri sebenarnya bukanlah minuman baru di masyarakat. Di beberapa tempat yang
berbeda, orang menyebut dengan nama yang berbeda pula. Di wilayah Jakarta,
minuman ini biasa disebut bir pletok Selain itu, ada pula yang menyebutnya
dengan nama bir kocok. Nama-nama ini muncul bukannya tanpa sebab. Istilah kocok
diberikan karena pada saat proses pembuatannya bir ini dikocok sampai berbusa,
hingga wujudnya mirip bir. Sedangkan istilah pletok diberikan karena pada saat
dikocok bersama pecahan es batu, terdengar suara pletak-pletok. Karena benturan es batu dengan botol pengocoknya.
Namun, minuman
ini sendiri konon diciptakan oleh orang-orang tua terdahulu untuk menyaingi bir
buatan para penjajah. Sebab, adanya kandungan alkohol di dalam bir para penjajah
itu, membuat mereka yang umumnya beragama Islam tidak mungkin untuk meminumnya
Karena itulah muncullah ide untuk membuat minuman, yang secarafisik hampir
mirip, namun beda rasa.
Sayangnya,
minuman yang sangat melegenda ini nyaris punah, karena kalah bersaing dengan
softdrink ataupun bir yang sesungguhnya. Tidak bayak bisa ditemui orang yang
meyediakan minuman ini di kedai-kedai miliknya. Sehingga tidak mudah bagi kita
yang ingin mencoba merasakan sensasi bir asli Indonesia ini.
“Minuman ini
biasanya disajikan saat para sultan tengah bersantai. Sambil didampingi
sepotong pandekuk, rasanya nikmat sekali untuk menghangatkan badan di saat
udara sedang dingin,” terang BRAy. Hj. Nuraida Joyokusumo, pemilik Gadri Resto Jogja kepada depthINFO.com
Dalam
penyajiannya, bir Jawa memang kerap disajikan bersama pandekuk, sejenis pancake
yang telah dimodifikasi dengan sentuhan gaya tradisional. Hal ini diinspirasi
oleh suasana pesta yang kerap digelar orang-orang Belanda saat masih menjajah Indonesia.
Yang kemudian mengilhami para keluarga kerajaan, yang notabene dekat dengan
para penjajah itu, untuk mengikutinya.
Dalam sejarah,
bir memang telah menjadi bagian dari lifestyle orang-orang Belanda, di tiap
kali menggelar pesta. Nah, kebetulan pada
saat itu banyak bangsawan pribumi yang diundang untuk ikut berpesta. Dari
situasi yang demikian inilah, kemudian memunculkan gaya hidup baru di kalangan
para bangsawan pribumi. Merekapun akhirnya terbiasa untuk mengadakan pesta
sendiri, dengan hidangan yang tak kalah sensasional.
Bir Jawa pun
tercipta tak lepas dari tuntutan gaya hidup baru tersebut. Ikatan norma-norma
agama Islam yang begitu kuat di lingkungan keraton, membuat mereka mencoba
memodifikasi minuman bir yang sesungguhnya, dengan minuman baru yang tak kalah
nikmat.
Sehat Berkhasiat
Bir Jawa
memang bukan minuman baru di masyarakat. Namun karena kalah bersaing dengan
minuman-minuman jenis softdrink yang banyak di pasaran, bir Jawa bisa dikatakan
hampir punah. Saat ini hampir sulit sekali menemukan orang yang menjual minuman
beraroma khas ini.
Hampir
punahnya bir Jawa memang sangat disayangkan. Sebab selain termasuk salah satu
warisan kuliner asli nusantara, bir Jawa juga termasuk minuman berkhasiat. Hal
ini tak lepas dari kandungan bahan-bahan alami yang dipakai dalam pembuatan
minuman ini.
Jahe sebagai
bahan utama dalam pembuatan minuman ini dikenal sebagai bahan obat yang
memiliki banyak khasiat. Selain menciptakan efek hangat di badan, kandungan
senyawa oleoresin atau yang biasa
disebut gingerol, memiliki sifat
sebagai antioksidan. Sehingga sangat ampuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh
terhadap serangan penyakit.
Kandungan gingerol juga bermanfaat untuk
melancarkan aliran darah, sehingga ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit
yang terkait dengan penyumbatan pembuluh darah. Termasuk rematik, migraine
serta koleterol berlebih.
Selanjutnya
dalam bir Jawa juga terkandung kayu secang. Meski tidak dalam jumlah yang
banyak, namun setidaknya cukup menambahkan khasiat dalam minuman ini. Sebab
kayu secang sendiri selama ini juga dikenal sebagai bahan obat yang cukup
ampuh.
Dalam kayu
secang terkandung berbagai macam senyawa kimia seperti tannin (asam tanat),
asam galat, resin, resorsin, brazilin, brazielin, minyak atsiri, pigmen atsiri,
pigmen sappanin, serta yang lainnya. Seperti halnya gingerol pada jahe, zat-zat
tersebut selama ini juga diyakini memiliki fungsi sebagai antioksidan. Sehingga
sangat baik untuk melindungi tubuh ari serangan berbagai macam penyakit.
Berikutnya ada
campuran sedikit cengkeh yang berfungsi untuk menciptakan aroma harum dan khas
pada bir Jawa. Namun lebih dari itu, cengkeh yang juga menjadi bahan utama
pengharum rokok tersebut, memiliki kandungan zat eugenol yang cukup tinggi. Dalam dunia medis, kandungan eugenol pada suatu bahan akan bisa
memberikan efek anestetik pada bahan tersebut saat dikonsumsi.
Artinya bahwa
zat tersebut bisa menghambat sinyal rasa sakit yang menuju ke otak. Karenanya
cengkeh kerap dipakai untuk mengobati sakit persendian atau rematik. Tak hanya
itu, cengkeh juga kerap dipakaio sebagai obat sakit gigi.
Kayu manis
juga dipakai untuk menambahkan rasa pada bir Jawa. Dalam dunia pengobatan
tradisional. Kayu manis kerap dipakai untuk membantu meningkatkan aliran darah
dan oksigen ke otak. Sehingga bisa
meningkatkan daya ingat seseorang.
Lebih dari
itu, kayu manis juga diyakini bisa menjadi penyembuh diabetes serta kelebihan
kolesterol. Caranya adalah dengan selalu rutin mengonsumsi bubuk kayu manis
setengah sendok teh per hari. Kandungan senyawa kimia dalam bahan ini akan
membantu menurunkan kandungan gula dalam darah.
Bir Jawa juga
sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan sulit tidur. Sebab
di dalam minuman ini juga dicampurkan sedikit biji pala yang selama ini
diyakini mampu meningkatkan hormon serotonin. Peningkatan hormon tersebut akan
membuat siapapun akan mengalami relaksasi yang luar biasa.
Bila Anda
mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur, mengonsumsi makanan atau minuman
yang mengandung biji pala akan memudahkan Anda memasuki alam mimpi. Sebab zat
yang terkandung dalam biji pala dan biasa disebut dengan myristicin, akan
membantu menciptakan keadaan yang snagat rileks, hingga akhirnya anda
benar-benar menagntuk dan tertidur.
Daun jeruk
purut juga biasa dicampurkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bir Jawa.
Selain untuk menambahkan aroma yang harum dan segar, hal ini juga bertujuan
untuk meningkatkan khasiat dari minuman ini. Sebab di dalam daun jeruk purut
terkandung zat tannin, steroid, triterpenoid serta minyak atsiri.
Kandungan
bahan-bahan tersebut diyakini bisa membantu meningkatkan stamina saat tubuh
lemah. Sehingga sangat cocok bagi mereka yang baru selesai melakukan pekerjaan
berat. Karena dengan mengonsumsi bir jawa yang mengandung daun jeruk purut,
maka segala lelah, letih dan lainnya akan segera hilang. Dan berganti dengan
rasa segar karena stamina tubuh meningkat.
Dari gambaran
kandungan senyawa-senyawa kimia di dalam ramuan bir Jawa, jelas menunjukkan
kalau minuman yang satu ini tidak bisa dipandang remeh. Sebab, ini berarti
bahwa bir Jawa menyimpan banyak khasiat. Selain bisa sebagai penyembuh
penyakit, minuman inipun manjur untuk sebatas minuman pengusir lelah setelah
seharian sibuk bekerja. Karena itu tak salah jika para orang tua terdahulu
menciptakan minuman ini. /


0 Komentar