Dalam apel ini seluruh komponen masyarakat
dilibatkan. Sehingga tak hanya unsure polri dan TNI, di dalam barisan pasukan
terlihat pula anggota dari BPBD Kabupaten Wonogiri, SAR, UPTD Damkar, Sat Pol
PP, DISHUB, PMK, PMI, RAPI, Satpam, Senkom, Satgas MTA, Kokam, Banser dan Saka
Bhayangkara dengan jumlah peserta kurang lebih 520 Personil.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa apel
gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan
pengamanan hari Raya Idul Fitri 1438 H Tahun 2017. Selain itu juga sebagai
bagian dari upaya konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapan
sarpras, sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan.
Karena itulah, rencana operasi dan
seperangkat cara bertindak yang telah dipersiapkan, diharapkan dapat
dilaksanakan secara sinergis oleh seluruh unsur pengamanan yang terlibat.
Sehingga masyarakat dapat merayakan hari Raya Idu Fitri dengan aman dan nyaman.
“Ada tiga point penting yang menjadi focus perhatian
Bapak Presiden, yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas
yang kondusif, serta keamanan, kelancaran dan kenyamanan arus mudik dan arus
balik,” jelas bupati saat membacakan amanat Kapolri.
Dan demi mewujudkan stabilitas harga pangan,
Polri telah membentuk satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan
agar tetap stabil. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerjasama dengan
kementerian / lembaga terkait serta penegakan hukum yang tegas terhadap para
pelaku penimbunan, pengoplosan, pemalsuan, maupun tindak pidana dan pelanggaran
lainnya terkait pangan.
“Sedangkan untuk menjaga kondisi kamtibmas
yang aman dan kondusif, saya mengingatkan kepada seluruh kasatwil untuk mampu
menekan angka kejahatan konvensional, seperti curat, curas, curanmor, copet,
bius, hipnotis, dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan pre-emtif,
preventif dan represif,” sambungnya.
Lalu pengoptimalan peran bhabinkamtibmas dan
intelijen di lapangan, juga dipandang sebagai langkah strategis untuk upaya deteksi
dini terhadap kerawanan yang ada. Untuk itu dihimbau agar masyarakat senantiasa
waspada dan bekerja sama dengan
kepolisian menjaga kamtibmas.
Upaya peningkatan kegiatan sambang dan
patroli di titik-titik rawan gangguan kamtibmas, juga harus dilakukan. Adapun titik-titik
rawan itu di antaranya terminal, pelabuhan, pemukiman yang ditinggal oleh
pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan atm, serta tempat--tempat wisata yang
ramai dikunjungi saat Perayaan Idul Fitri.
![]() |
| Bupati meninjau pasukan yang mengikuti apel operasi Ramadniya 2017 |
“Untuk kelancaran arus lalu lintas, saya
menekankan agar seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara all out,
berikan atensi penuh pada titik rawan laka dan rawan macet yang ada, terutama
pada puncak arus mudik yakni H-2 Idul Fitri dan puncak arus balik pada H+5 Idul
Fitri,” lanjut bupati.
Beberapa terobosan diharapkan dapat
memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Seperti keberadaan fasilitas kesehatan
dalam hal ini ambulance mobile, layanan bbm mobile, wc umum, bengkel umum dan
layanan mobil derek serta pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan yang dapat
digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat.
Lebih lanjut sesuai amanat Kapolri, bupati
menekankan kepada satwil yang mempunyai aplikasi pelayanan publik berbasis
teknologi informasi, agar dimanfaatkan seoptimal mungkin. Nantinya, hal
tersebut dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan
informasi maupun bantuan darurat.
“Senantiasa sebarkan informasi dengan memperbanyak
himbauan melalui pemasangan banner, spanduk, yang dapat dilihat oleh pengemudi
agar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. Dengan begitu saya berharap
angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sehingga jumlahnya bisa berkurang
bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” tegasnya.
Kegiatan operasi
ini akan dilaksanakan selama 16 ( enam belas ) hari, dari tanggal 19 juni
sampai dengan tanggal 4 juli 2017. Sehingga diharapkan bisa efektif untuk
menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
![]() |
| Show of Force pasukan dengan kendaraan berkeliling kota |
“Seluruh jajaran
hendaknya dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas, terlebih awal operasi ini akan
kita laksanakan dalam suasana bulan suci ramadhan, semoga hal ini dapat menjadi
ladang ibadah dan berkah pahala bagi kita,” pungkas bupati.
Usai pelaksanaan
apel pasukan, kegiatan lantas dilanjutkan dnegan pelaksanaan Show Of Force
kendaraan dinas peserta apel. Yang mana iring-iringan kendaraan berbagai jenis
ini tak ayal menjadi pusat perhatian warga yang ada di sepanjang jalan Kota
Wonogiri. Dan Bupati Joko Sutopo didaulat sebagai pengibar bendera start
iring-iringan pasukan ini. //




0 Komentar