Dalam beberapa riwayat, Nabi menjelaskan bahwa pria dilarang memakai perhiasan dari emas. Dan belakangan hal itu terungkap, bahwa emas memang berbahaya bagi pria. Bagaimana penjelasannya..?
Meski sering mendengar, namun tak banyak orang yang tahu
kenapa Islam melarang laki-laki memakai perhiasan dari bahan emas. Kebanyakan
umat Islam hanya tahu bahwa larangan ini karena ada dalam hadits atau sunnah
rasul. Yang mana diriwayatkan dari Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah
membuat cincin emas, dan ketika memakainya meletakkan matanya dibagian dalam
telapak tangannya, maka orang-orang juga membuat cincin emas. Kemudian
Rasulullah duduk diatas mimbar dan menanggalkan cincinnya sambil bersabda,
‘Sungguh aku telah memakai cincin ini dan aku letakkan matanya di perut telapak
tangan‘ Lalu beliau membuang cincin itu sambil berkata, ‘Demi Allah aku tidak
akan memakainya lagi selama-lamanya‘ maka orang-orang pun membuang cincin
mereka”(HR Bukhari dan Muslim).
Selanjutnya ada pula riwayat yang menceritakan bahwa Rasul
pernah melihat sebuah cincin emas di tangan seorang lelaki, lalu beliau
melepaskan cincin itu dan membuangnya, seraya bersabda, “Salah seorang dari
kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya di tangannya“,
Setelah itu Rasulullah pun pergi. Para sahabat berkata kepada lelaki itu
“Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah“. Lelaki itu menjawab “Tidak demi
Allah, aku tidak akan mengambilnya setelah Rasulullah membuangnya“. (HR Muslim)
Sehingga kemudian umat Islam cenderung menerima saja aturan
itu, tanpa bisa menjelaskan secara logika. Padahal di balik itu, ternyata
larangan dari Rasul tersebut memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sehingga kemudian
bisa dijadikan penjelas, kenapa Rasul melarang para pria memakai perhiasan
emas.
Yang mana secara teoritis, atom pada emas mampu menembus ke
dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika pria mengenakan emas
dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama. Maka dampak yang
ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam
prosentase yang melebihi batas. \
Dan apabila hal ini terjadi, maka diyakini bisa memicu penyakit
Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit di mana orang tersebut kehilangan
semua kemampuan mental & fisik serta menyebabkan kembali seperti anak
kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau
terpaksa.
Tapi kenapa hanya pria yang dilarang mengenakannya.
Sedangkan wanita justru diberi kebebeasan. Dari sisi agama, hal itu terjadi
karena memang tidak ada aturan yang melarang wanita mengenakan perhiasan,
termasuk emas. Sebab wanita memang dikodratkan sebagai 'perhiasan'. Sehingga segala bentuk perhiasan bisa dipakai untuk mempercantik tubuhnya, termasuk emas.
Sedangkan terkait efek kimiawi yang akan muncul, tubuh wanita dipandang lebih kebal. Sebab dia memiliki siklus menstruasi yang bisa membuang paparan logam emas dalam darahnya, melalui proses menstruasi itu. Sehingga tubuhnya akan relatif aman dari dampak negatif logam emas, yang bila terus menumpuk dalam tubuh akan memicu
berbagai penyakit termasuk Alzheimer. Wallahu'alam//


0 Komentar