Dukung Romo Mangun Jadi Pahlawan Nasional, ISKA Karanganyar: Jejak Perjuangannya Layak Diabadikan

 

Ada wacana mengusulkan Romo YB Mangunwijaya sebagai Pahlawan Nasional 

KARANGANYAR, Kalandara.com - Perjuangan, pemikiran, dan karya besar Romo YB Mangunwijaya dinilai masih relevan hingga hari ini. Sosok yang dikenal sebagai pastor, pejuang, arsitek, budayawan, sekaligus pembela kaum kecil itu mendapat dukungan untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.


Dukungan tersebut datang dari Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Karanganyar. Organisasi tersebut menilai Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang akrab disapa Romo Mangun memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian terhadap bangsa dan masyarakat.


Sekretaris ISKA Karanganyar, Vladimir Langgeng Widodo mengatakan, ada banyak alasan yang membuat Romo Mangun layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.


Menurutnya, perjalanan hidup Romo Mangun tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Lahir pada 6 Mei 1929, Romo Mangun pernah melewati masa-masa sulit ketika Indonesia berada dalam penjajahan Belanda dan Jepang hingga masa mempertahankan kemerdekaan.


"Sudah banyak kontribusi yang diberikan kepada bangsa oleh Romo Mangun. Beliau juga mengalami langsung masa sulit saat penjajahan hingga perjuangan kemerdekaan," ujar Langgeng.


Semangat perjuangan Romo Mangun juga terlihat ketika dirinya bergabung sebagai tentara pelajar. Ia turut terlibat dalam perjuangan fisik, termasuk dalam pertempuran Ambarawa dan Mranggen Semarang. 


Keberanian tersebut bahkan pernah mendapat apresiasi dari Soeharto yang kelak menjadi Presiden Republik Indonesia.


Namun, kiprah Romo Mangun tidak berhenti pada perjuangan bersenjata. Setelah mengabdikan diri sebagai rohaniwan, ia terus berjuang melalui berbagai bidang kehidupan.


Romo Mangun dikenal sebagai seorang arsitek dengan pemikiran yang visioner, budayawan dengan karya-karya yang menginspirasi, serta aktivis sosial yang konsisten memperjuangkan kehidupan masyarakat kecil.


Sebagai arsitek, salah satu warisan pemikirannya tertuang dalam buku berjudul Wastu Citra. Buku tersebut hingga kini menjadi salah satu referensi penting dalam dunia arsitektur dan banyak digunakan oleh dosen maupun mahasiswa.


Sementara dalam bidang sastra dan budaya, karya-karya Romo Mangun banyak mendapat apresiasi dan menjadi bacaan yang menginspirasi banyak kalangan.


Kepeduliannya terhadap masyarakat kecil juga terlihat dari perjuangannya mendampingi warga Kali Code, Yogyakarta. Kawasan yang sebelumnya dikenal kumuh berhasil ditata menjadi lingkungan yang lebih layak huni. Upaya tersebut bahkan mendapat penghargaan dari pemerintah dan dunia internasional.


"Secara pribadi, saya mengapresiasi upaya Unika Soegijapranata yang mengusulkan Romo Mangun sebagai pahlawan nasional, dengan menggali berbagai literatur, bahkan sampai ke luar negeri," kata Langgeng.


Hal tersebut disampaikan Langgeng saat mengikuti Sosialisasi Katekese Kebangsaan yang diselenggarakan PK3 Kevikepan Surakarta di Lantai 2 GPP Paroki Santo Pius X Karanganyar, Selasa (28/7/2026) malam.


Ia berharap perjuangan untuk mengusulkan Romo Mangun sebagai pahlawan nasional tidak hanya menjadi gerakan dari kalangan akademisi, tetapi juga mendapat dukungan dari gereja dan masyarakat luas.


"Kami berharap usulan Romo Mangun sebagai pahlawan nasional tidak hanya dari kampus saja, tetapi juga dari gereja dan masyarakat luas, sehingga gaungnya makin terdengar," tandasnya.


Sementara itu, Pastor Paroki Santo Pius X Karanganyar, Romo Robertus Tri Widodo mengapresiasi kegiatan Katekese Kebangsaan yang salah satu tujuannya untuk membumikan pemikiran Romo YB Mangunwijaya Pr.


Menurutnya, pemikiran dan tindakan Romo Mangun selalu mampu menginspirasi banyak orang untuk terlibat dalam persoalan sosial di tengah masyarakat.


"Kita menyadari bahwa iman Katolik tidak menjauhkan umat dari kenyataan hidup bangsa, tetapi justru membuka hati untuk terlibat," kata Romo Tri.


Hal senada disampaikan Jakub Utama dari PK3 Kevikepan Surakarta yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, dari sosok Romo Mangun, umat dapat belajar bagaimana menjadi seorang Katolik sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap sesama.


"Soal ide Pak Langgeng dalam pengusulan Romo Mangun sebagai pahlawan nasional bagus juga. Akan kami sampaikan gagasan tersebut ke Kevikepan Surakarta untuk diteruskan ke Keuskupan Agung Semarang," ujar Yakub. /*