![]() |
| Rangga Azof dan Febby Rastanty dalam wawancara virtual |
JAKARTA, Kalandara.com - Meski di dalam film digambarkan penuh konflik dan drama, namun siapa sangka suasana di balik layar sinetron "Biarkan Hati Bicara" justru agak berbeda.
Hal itu diungkapkan para pemain saat wawancara virtual pada Rabu 5 Agustus 2026. Meski kisah yang mereka perankan penuh intrik dan ketegangan, proses membangun chemistry ternyata berlangsung sangat alami karena sebagian besar pemain sudah saling mengenal dari proyek sebelumnya.
Dalam sinetron yang tayang setiap hari di SCTV pukul 21.35 WIB tersebut, Febby Rastanty berperan sebagai Arina, seorang perawat yang terjebak dalam konflik keluarga.
Ia harus tinggal serumah dengan Reno (Rendi John), pria yang mencintainya, namun justru menikah dengan Fico (Rangga Azof), sosok yang berusaha menghancurkan hidupnya.
Rangga Azof mengaku proses membangun chemistry dengan lawan main nyaris tidak menemui kendala.
"Enggak perlu. Sudah profesional semua. Ini sudah pemain 'purba' semua, jadi gampang," ujarnya sambil berseloroh.
Pernyataan itu diamini Febby Rastanty. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah beberapa kali bekerja sama dengan Rangga Azof maupun Rendi John.
Walaupun belum pernah berada dalam satu jalur cerita yang sama, hubungan yang telah terjalin membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah.
"Kami sudah cukup kenal. Jadi kalau sedang diskusi adegan atau saling memberi masukan, sudah enggak canggung lagi. Tinggal ngobrol saja, 'enaknya begini atau begitu'," kata Febby.
Kedekatan tersebut turut membantu mereka menghadirkan emosi yang kuat di setiap adegan. Konflik yang terlihat intens di layar bukan lahir dari hubungan yang kaku, melainkan dari rasa saling percaya sebagai rekan kerja.
Menariknya, chemistry yang terbangun tidak lantas membuat suasana lokasi syuting selalu ramai.
Febby justru mengungkap sisi lain dari dua lawan mainnya yang sama-sama memiliki kepribadian introvert.
Menurutnya, ketika kamera berhenti merekam, suasana berubah drastis.
"Kalau di tempat syuting kelihatannya heboh, teriak-teriak, berantem, tapi begitu di ruang tunggu malah sunyi. Mereka berdua introvert banget. Benar-benar tenang, kayak lagi meditasi. Pokoknya zen," ujarnya sambil tertawa.
Perbedaan kontras itulah yang menurut Febby menjadi pengalaman menarik selama proses produksi.
Ledakan emosi yang disaksikan penonton ternyata hanya terjadi ketika kamera mulai merekam, sementara di balik layar para pemain lebih banyak menikmati suasana yang santai dan tenang.
Selain didukung chemistry yang sudah terbangun, para pemain juga merasa tertantang dengan karakter masing-masing.
Febby tertarik memerankan Arina karena karakter tersebut tidak hanya digambarkan sebagai perempuan baik hati, tetapi juga sosok yang berani menghadapi ketidakadilan meski dibayangi trauma masa lalu.
Sementara Rendi John menilai karakter Reno memiliki sisi emosional yang kuat. Reno merupakan pria penyayang, tetapi menyimpan kebencian kepada ayah dan saudara tirinya yang dianggap menghancurkan kehidupan keluarganya.
Melalui perpaduan karakter yang kompleks dan hubungan antarpemain yang sudah terjalin erat, ketiganya berharap Biarkan Hati Bicara mampu menghadirkan cerita yang semakin menarik di setiap episodenya.
"Kami syuting dengan hati dan menikmati setiap prosesnya. Semoga penonton juga bisa ikut menikmati ceritanya, terus mengikuti setiap episodenya, dan memberikan dukungan melalui media sosial SCTV," tutup Febby Rastanty. /*

