| Felicia dan Vedra saat tampil bersama Titi DJ di Grand Final The Icon Indonesia |
JAKARTA, Kalandara.com – Persaingan dua finalis terbaik ajang pencarian bakat The Icon Indonesia semakin sengit.
Setelah melewati berbagai babak penuh tantangan, Felicia asal Tangerang dan Vedra dari Batam akhirnya berhadapan di panggung Grand Final yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) malam.
Lima juri, yakni Ahmad Dhani, Andien, Titi DJ, Afgan, dan Isyana Sarasvati, hadir langsung untuk menyaksikan sekaligus memberikan penilaian terhadap penampilan kedua finalis.
Panggung Grand Final The Icon Indonesia dibuka dengan aksi energik Vedra yang membawakan lagu "Soleram". Namun, penampilan pembuka tersebut hanyalah awal dari pertarungan panjang menuju gelar juara.
Felicia dan Vedra harus melewati sejumlah tantangan istimewa. Keduanya tampil duet bersama para juri, berkolaborasi dalam format trio bersama Titi DJ, menyuguhkan penampilan solo, hingga memperkenalkan lagu kemenangan masing-masing.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian hadir ketika Titi DJ berkolaborasi dengan Felicia dan Vedra membawakan lagu "Hanya Cinta yang Bisa". Perpaduan karakter vokal ketiganya sukses membuat panggung Grand Final semakin istimewa.
Titi DJ bahkan mengaku merinding sejak proses latihan hingga penampilan berlangsung.
"Sejak latihan awal aku selalu merinding sampai saat tampil tadi. Terus terang aku agak nervous karena mereka bagus banget," ungkap Titi DJ.
Kolaborasi tersebut pun mendapat apresiasi dari seluruh juri dan dianggap menjadi salah satu penampilan yang paling berkesan malam itu.
Tantangan duet bersama juri diawali Felicia yang berkolaborasi dengan Afgan melalui lagu "Ku Dengannya Kau dengan Dia". Keduanya mampu menghadirkan perpaduan vokal yang kuat dan berhasil mencuri perhatian.
Afgan bahkan menilai Felicia memiliki kualitas istimewa yang tidak dimiliki semua penyanyi.
"Felicia punya magic. Dia memiliki karisma yang membuat setiap lirik yang dibawakan semakin masuk ke hati orang yang mendengarkan. Dia punya star quality," puji Afgan.
Ahmad Dhani pun memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan tersebut. Ia bahkan menyebut sulit bagi Afgan untuk menemukan pasangan duet lain yang memiliki kualitas seperti Felicia.
Sementara Isyana Sarasvati menilai suara Felicia dan Afgan mampu menyatu dengan sangat baik.
"Suara kalian menyatu banget dan sangat cocok. Kalian seperti prince dan princess," ujarnya.
Ketika ditanya Titi DJ mengenai ketenangannya di atas panggung, Felicia memberikan jawaban penuh keyakinan.
"Karena once I step di panggung ini, ini sudah menjadi panggung aku. Apalagi ini Grand Final, jadi aku harus menikmati setiap penampilan dan memberikan yang terbaik," kata Felicia.
Giliran Vedra berduet dengan Isyana Sarasvati membawakan "Tetap Dalam Jiwa". Penampilan keduanya juga berhasil memukau para juri.
Isyana mengaku terpukau dengan kekuatan vokal Vedra. Menurutnya, ia bahkan bisa lebih menikmati penampilan karena Vedra mampu tampil dengan kekuatan vokalnya sendiri.
Titi DJ menilai Isyana memberikan ruang eksplorasi yang luas dan berhasil dimanfaatkan Vedra dengan sangat baik.
Pujian juga datang dari Andien yang menyoroti kepercayaan diri Vedra saat berdiri di samping idolanya.
"Vedra, aku tidak tahu dari mana datangnya kepercayaan diri yang luar biasa dari sosok Vedra yang kecil ini. Kamu berdiri di sebelah Isyana dengan sangat percaya diri," ujar Andien.
Vedra sendiri mengaku sudah lama mengidolakan Isyana. Ia bahkan sempat merasa gugup ketika harus menjalani latihan bersama penyanyi idolanya tersebut.
Persaingan semakin panas ketika kedua finalis tampil secara solo.
Felicia menjadi finalis pertama yang unjuk kemampuan lewat lagu "Hero" yang dipopulerkan Mariah Carey. Penampilannya sukses membuat seluruh juri berdiri memberikan standing ovation.
Titi DJ mengapresiasi musikalitas Felicia, terutama keberaniannya memilih nada-nada yang berbeda dari penyanyi lain yang pernah membawakan lagu tersebut.
Ahmad Dhani bahkan mengundang Felicia untuk tampil dalam perayaan ulang tahun Mulan Jameela.
Sementara Isyana Sarasvati menyebut penampilan Felicia malam itu sebagai sesuatu yang "out of this world".
"Apa pun yang kamu nyanyikan selalu memukau dan magical," puji Isyana.
Namun, Vedra tidak mau kalah. Membawakan lagu "Hurt", Vedra tampil penuh penghayatan hingga kembali mendapatkan standing ovation dari seluruh juri.
Isyana mengaku dibuat terpukau oleh kemampuan Vedra dalam berpindah register suara.
"Vedra, kamu membuat jiwaku bergetar. Kamu sangat mahir memindahkan register suara dan itu sangat sulit dilakukan, tetapi kamu membuatnya terlihat effortless," ujar Isyana.
"Pita suara kamu terbuat dari apa sih? Bagus banget," ungkapnya.
Andien bahkan mengaku merinding setiap kali Vedra bernyanyi. Menurutnya, Vedra memiliki kemampuan membawa penonton masuk ke dalam cerita yang disampaikan melalui lagu.
Malam Grand Final semakin spesial ketika Felicia dan Vedra memperkenalkan lagu kemenangan masing-masing.
Felicia membawakan lagu berjudul "Masalahnya". Kembali, penampilan tersebut mendapat standing ovation dari seluruh juri.
Afgan menilai lagu tersebut sangat cocok dengan karakter Felicia dan menjadi awal yang tepat untuk menyambut perjalanan barunya di industri musik Indonesia.
Felicia menjelaskan, "Masalahnya" bercerita tentang seseorang yang sulit melupakan hubungan yang sebenarnya sudah dipenuhi berbagai tanda bahaya atau red flag.
"Saya yakin banyak teman-teman yang relate dengan lagu ini," ungkap Felicia.
Sementara Vedra memperkenalkan lagu kemenangan berjudul "Kronologi". Penampilan ini juga sukses membuat seluruh juri berdiri memberikan apresiasi.
Isyana Sarasvati menilai lagu tersebut sangat cocok dengan karakter Vedra. Menurutnya, seluruh pesan dan emosi dalam lagu mampu disampaikan dengan kuat.
Vedra menjelaskan, "Kronologi" berkisah tentang kebingungan seseorang dalam memahami perasaannya sendiri. Lagu tersebut menggambarkan posisi seseorang yang justru melampiaskan perasaan, bukan menjadi pihak yang menerima pelampiasan.
"Aku merasa seperti menjadi pihak yang bersalah dan sedang bingung dengan perasaan sendiri," jelas Vedra.
Andien pun mengapresiasi lagu tersebut. Sementara Afgan menilai "Kronologi" menjadi lagu yang tepat untuk membuka perjalanan Vedra di industri musik Indonesia.
Di penghujung Grand Final, persaingan keduanya semakin mendebarkan. Berdasarkan perolehan Virtual Gift sementara, Vedra asal Batam harus puas berada di posisi kedua.
Sementara Felicia asal Tangerang berhasil meraih perolehan Virtual Gift tertinggi dan untuk sementara memimpin menjelang babak Grand Final Result yang akan digelar pekan depan.
Namun, pertarungan belum berakhir. Posisi Felicia masih belum sepenuhnya aman karena babak penentuan juara masih menanti.
Yang pasti, episode pamungkas The Icon Indonesia bakal semakin menarik. Selain menentukan siapa yang akan menjadi juara, Felicia dan Vedra juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk berkolaborasi dengan salah satu band legendaris Indonesia, Dewa 19.
Kini, tinggal menunggu siapa yang akhirnya mampu merebut hati penonton dan mengukuhkan namanya sebagai The Icon Indonesia. /*
